Jika dunia menertawakan Anda, balik tertawakan kembali dunia, karena dunia sama lucunya seperti Anda.
Uang bukan hanya mengubah tangan, tapi juga mengubah orang.
Melakukan pekerjaan kecil-kecil dengan baik akan melatih kita untuk bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar lebih sempurna.
Kita belajar banyak hal dari kemakmuran, tetapi lebih banyak lagi dari kesengsaraan.
Rasa percaya diri merupakan perasaan yang Anda miliki sebelum Anda benar-benar mengerti keadaan sebenarnya.
Membiarkan orang lain berbahagia dengan
Selengkapnya... | 2 Comment
Wednesday… ..di hari ini aku mendapat kabar darinya..seseorang yang sudah lama menghilang.. seseorang yang sudah lama tidak terdengar kabar beritanya dan yang pernah sempat ada dihatiku untuk beberapa lama…
Mendengar suaranya seolah keceriaan datang kembali…menghibur hatiku yang sedang galau karena kasihku mulai bertingkah lagi…dia menyakitiku lagi…untuk kesekian kalinya aku merasakan sakit yang teramat sangat karena kasihku yang berada jauh dari pelukanku…
Tapi rasa sakit itu seolah sirna..musnah. ..setelah aku mendengar suara itu..suara yang sangat aku nantikan…suara yang menyejukan.. membawa keceriaan..suara
Selengkapnya... | Comment
bayi-bayi menangis lelehkan air mata
anak-anak merajuk mengumbar air mata
ibu-ibu bersedih mengumbar air mata
kaum buruh berurai air mata
badut-badut tertawa dengan air mata
kini semua paham
kini semua tau sungai air mata bukan mimpi bukan khayalan
airnya jenih bagai telaga
tak banjir dimusim penghujan
tak kering diwaktu kemarau tiba
sungai airmata selalu mengalir
entah dimana akan bermuara
tapi siapa yang mengerti
ikan-ikan engan hidup di disungai airmata
sebab ikan-ikan pun tau hakikat air mata adalah derita
tapi siapa pula tak mengerti
Selengkapnya... | Comment
Sungguh ini semua jurang tak berdasar
Aku dan mungkin juga kamu lupa masa kita terjatuh
Setiap langkah kaki meninggalkan jejak pada dasar tanah ilusi
Gelap sekeliling jurang
Seperti dindingnya ada di depan mata
Jarak musnah oleh tidak hadirnya cahaya
Sempat kulihat bunga
Setangkai warna merah
Kusandarkan keruntuhan ini pada bunga
Warna yang menyejukkan di antara gelap
Namun bunga menghilang
Waktu dan beban tubuh menghadirkan kecepatan
Semakin ku terjerumus
Aku pun lupa warna bunga
Selengkapnya... | Comment
Di suatu pagi yang cerah
Burung berkicau dan bernyanyi
Membiarkan mentari terbit bersinar
Terangi pagi yang kan jadi siang
Di suatu siang yang terik
Membawaku pada lelah
Ingin aku kabur dari lelah
Namun terlanjur dirasa
Di suatu sore yang ceria
Membawa suasana ceria alami
Burung-burung pulang ke sarang
Sunyikan sore yang kan terbitkan malam
Di suatu malam yang sunyi
Hanya dingin menggeluti jiwaku
Tiada lagi suara kicau sang burung
Atau senyuman sang surya
Selengkapnya... | Comment
Aku mencintaimu
Sulit bagiku untuk mengucapkan cinta
Tapi aku mencintaimu seperti embun
Yang menggelincir di lereng hati
Menetesi rimbun cemara kehidupan
Aku mencintaimu
Dengan kesepakatan antara iblis dan malaikat
Yang berseteru bersenjatakan dendam dan air mata
Mempertentangkan hidup dan matiku
Aku mencintaimu
Layaknya serakan sampah jalanan kota
Yang merindukan api pembakaran
Untuk lumat lalu memberi makan benih baru
Selengkapnya... | Comment
Di ujung malam kali ini
aku siapkan sebuah anak panah
yang aku rampas dari sang cupid
dan siap aku bidikkan pada seseorang yang disana
seseorang yang telah mengisi ruangan hatiku
seseorang yang telah membuatku maju
seseorang yang selalu aku rindu
seseorang yang telah membantuku
Malam ini kian larut dalam keheningan
dan hawa dingin menyusup ke tulang
setelah senja tadi bermandikan hujan
aku tetap saja menghiasi langit hatiku
dengan sebuah warna dari birunya rindu
duhai wanita yang berhati mulia
ijinkan aku tuk memiliki cintamu
yang akan aku abadikan diatas singgasanaku
reguklah anggur cinta yang kubawa untukmu
yang aku tuang dari cawan kesetiaanku
Selengkapnya... | Comment
dan cinta kian bercahaya di tahun keempat setelah melewati gerbang, memenuhi undangan, untuk masuk dan minum anggur surgawi dari cawancawan yang berserak di setiap ujungujung fajar di mana mentari takkan pernah tenggelam. Kau yang meletakkan cinta di depanku, di belakangku, di kiriku, di kananku, di atasku, di bawahku, di hatiku, di tulangku, di dagingku, di helaihelai rambutku, di kulitku, di jantungku, didarahku. Kau yang menjamuku untuk menyaksikan setiap butirbutir cinta yang kusaksikan di mata kedua orang tuaku, anakanak jalanan, tukang koran, sopir angkot, tukang sapu jalan, pembantu rumah tangga, pengemis, dan para musafir.
Kau yang selalu kuingat saat kulihat daundaun jatuh berguguran mencium bumi, tikustikus got yang sembunyisembunyi hendak mencuri makanan dari atas meja,
Selengkapnya... | Comment
sekuntum mawar ungu mekar dalam belenggu
nuraninya rindu pada langit biru
tapi tak mamu putuskan belenggu
dia coba tuk slalu tertawa
air mata disimpan di dada
karena cinta hanya sebatas angan saja
nuraninya terbelenggu norma
kadang dia bertanya pada angin malam
kenapa semua mesti begini
kadang dia bertanya pada matahari
kenapa dia mekar disini
nuraninya terbelenggu norma
tapi matahari diam
angin malam diam
belenggu juga diam
sementara nuraninya tetap bertanya
Selengkapnya... | Comment
Marilah kita berjalan saling beriringan,
melanglang buana di atas angkasa raya.
Mengarungi lautan di seluruh alam semesta,
mencari arti kehidupan di atas nirwana.
Mari kita berjalan di atas gumpalan mega-mega,
melayang bagaikan tamasya di atas angkasa.
Menembus kabut hitam dengan berbagai rintangan,
menuju tempat yang indah ke alam penuh pesona.
Kan kuceritakan tentang indahnya nirwana yang begitu mengesankan,
agar hatimu damai dalam ketenangan.
di atas nirwana ada mega-mega putih kemilau berjalan beriringan,
seakan tiada kesediahan yang di dalamnya,
suasananya begitu tenang dan penuh
Selengkapnya... | 2 Comment